Tuesday, April 8, 2014

Ajari Tidak untuk Membalas

Sebagian anak ada yang memiliki kecenderungan suka memukul dan sebagian lagi menjadi objek penderita dengan lebih banyak menerima pukulan dari rekan sebayanya. Sebagian orang tua biasanya tidak sabar melihat anak kita disakiti dan memprovokasi anak kita unutuk membalasnya. Hal ini secara tidak langsung mengajari anak balas dendam. Sebab pada saat itu emosi anak sedang sensitif dan apa yang kita ajarkan saat itu akan membekas. Jangan kaget bila anak kita sering membalas atau membalikkan apa yang kita sampaikan kepadanya.

Apa yang sebaiknya kita lakukan?:
  1. Mengajarkan anak untuk menghindari teman-teman yang suka menyakiti.
  2. Menyampaikan pada orang tua yang bersangkutan bahwa anak kita sering mendapat perlakuan buruk dari anaknya.
  3. Ajaklah orang tua anak yang suka memukul untuk mengikuti program parenting baik di radio atau media lainnya.
 http://tjokroaminoto360.wordpress.com/

Jangan Biarkan Televisi Jadi Pendidiknya



Perilaku anak terbentuk karena 4 hal:
  1. Berdasar kepada siapa yang lebih dulu mengajarkan kepadanya: kita atau TV?
  2. Oleh siapa yang dia percaya: apakah anak percaya pada kata2 kita atau ketepatan wakyu program2 TV?
  3. Oleh siapa yang meyampaikannya lebih menyenangkan: apakah kita menasehatinya dengan cara menyenangkan atau program2 TV yang lebih menyenangkan?
  4. Oleh siapa yang sering menemaninya: kita atau TV?

Apa yang seharusnya kita lakukan?
  1. Bangun komunikasi dan kedekatan dengan mengevaluasi 4 hal tersebut yang menjadi faktor pembentuk perilaku anak kita. 
  2. Menggantinya dengan kegiatan di rumah atau di luar rumah yang padat bagi anak-anaknya.
  3. Gantilah program TV dengan film-film pengetahuan yang lebih mendidik dan menantang mulai dari kartun hingga CD dalam bentuk permainan edukatif.
http://tjokroaminoto360.wordpress.com/